Agustus 27, 2008 oleh hendixstudio


Sutradara :Masanori Murakami
Penulis : Aya Kitou,Michiru Egashira, Satomi Ooshima,
Rie Yokota
Produksi : Fuji TV
Durasi : 11 Episode
Tgl. Rilis : 2005
Pemain : Ryo Nishikido, Erika Sawajiri

Sebagai seorang gadis, Aya Ikeuchi boleh dibilang sangat beruntung. Dibesarkan oleh keluarga pemilik restoran tofu, gadis cantik itu siap melangkah ke jenjang sekolah menengah dan cukup berprestasi. Namun belakangan, terjadi hal-hal yang cukup janggal.

Dalam beberapa kesempatan, Aya kedapatan sering terjatuh tanpa sebab dan cara berjalannya juga aneh. Sang ibu Shioka akhirnya membawa putri kesayangannya ke seorang dokter, dan apa yang disampaikan sangat mengejutkan : Aya divonis menderita penyakit langka spinocerebellar degeneration.

Penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut adalah kelainan pada syaraf otak dimana sang penderita kelak tidak akan mampu berjalan, berbicara, bahkan makan. Sudah tentu, hal ini langsung memukul keluarga Ikeuchi, terutama Aya yang sadar kalau hidupnya hanya tinggal menunggu waktu.

Untungnya, gadis itu secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria bernama Haruto Asou. Dari Aya, Asou malah belajar banyak hal tentang kehidupan terutama dalam hal bersikap pantang menyerah dan terus berjuang.

Makin lama, penyakit gadis malang itu semakin kritis. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan Aya, dokter memintanya untuk menulis segala hal yang dialami di buku harian milik gadis itu. Sebuah buku yang kelak mengubah kehidupan banyak orang.

Tidak bisa disangkal, inilah serial Jepang alias dorama yang paling banyak dibicarakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kontroversi semakin merebak setelah serial yang diambil dari kisah nyata almarhumah Aya Kitou, yang berjuang selama 15 tahun sebelum meninggal di tahun 1988, ditampilkan dalam sinetron Buku Harian Nayla yang memiliki plot dan jalan cerita identik.

Dibuat pada tahun 2006 dan cukup sukses saat diputar di negeri Sakura, One Liter of Tears memperkenalkan pemirsa pada kehebatan akting Erika Sawajiri yang begitu pas memerankan setiap gerak-gerik si tokoh utama yang dikisahkan menderita penyakit syaraf langka. Selain itu, masih ada nama aktor muda seperti Ryou Nishikido sebagai Haruto Asou yang begitu setia menemani Aya hingga akhir hidupnya.

Selain jalan ceritanya yang membuka mata penonton untuk lebih menghargai kehidupan, yang tidak boleh dilupakan adalah dua lagu yang menghiasi One Liter of Tears. Yang pertama adalah Konayuki milik Remioromen yang dibawakan dengan tempo cepat, sementara yang kedua adalah Only Human yang dibawakan penyanyi asal Korea K yang syairnya begitu puitis

Video Editing

Desember 23, 2007 oleh hendixstudio

flag effect

Video Editing

 

 

DV(digital Video) adalah salah satu format digital yang baru, dengan resolusi tinggi , disimpan dalam kaset pada kamera tersebut.,Pada dasarnya, DV memiliki resolusi 720×480, DV dengan kompresi 5:1. DV rata rata membawa informasi data dalam dominal data stream 25 Megabit atau 25 Mb/detik jika di konversi ke megabyte maka harus dibagi 8 jadi sekitar kurang lebih 3,125 MB/detik ingat ketika kita membelli firewire dengan kemampuan daterate 400Mb/second bukan berarti kecepatannya 400 BegaByte/detik, tapi 50 MegaByte/detik.
Format ini mungkin sedikit lebih baik dibanding dengan betacam SP, dalam kualitas gambar, ada dua macam tipe kamera DV di dunia yakni DVCAM dan DVCAMPRO. Namun banyak dari kita yang menyebut bahwa DV adalah mini DV(DV25), padahal mini DV itu adalah format DV untuk hanya level home video saja, dikompresi dengan dengan kecepatan data konstan 3,6 MB/detik, kualitasnya kadang tidak sebagus betacam tapi lebih baik dari S-video. DV tidak sama dengan AVI karena ketika kita mentransfer file, kita bisa mentransfer file menjadi berbagai macam bentuk format, seperti mpeg, DV pun bukanlah format yang sempurna bahkan bukan format terbaik, tapi format ini merupakan format popular, DV memiliki teknologi DV in sama dengan DV out, jadi ketika anda menyimpan file DV ke dalam hardisk via firewire, kualitas dari file sama dengan kualitas pada kaset dengan kualitas lossless namun semua tergantung codec karena kalu kita mentransfer menjadi file mpeg tentu kualitasnya akan turun.

  • VHS resolusi 240 garis (interlaced) secara digital sebanding dengan 250×480 sampai 300×480
  • SVHS resolusi 400-425 garis, secara digital sebanding dengan 400×480 sampai 500×480
  • Betamax resolusi 250 garis, secara digital sama dengan VHS
  • Betacam SP resolusi 400-425 garis, secara digital sebanding dengan 400×480 sampai 500×480
  • 8mm sama dengan VHS
  • HI-8 sama dengan SVHS
  • Digital 8 sama dengan DV dengan resolusi digital 720×480

Untuk mentransfer file dari kaset menjadi digital digunakan alat yang disebut capture card bebrapa contoh capture card antara lain : canopus dv storm, ATI all in wonder, Pineacle liquid, dll, kalau mau yang murah coba merk snazzi atau firewirecard biasa yang harganya Cuma 75 rebuan dan firewire ni ada dua tipe, tipe a 400 atau tipe b 800mb/s ,
Lantas bagaimana dengan software untuk mencapturenya

 

  1. ATI multimedia center (ATI MMC) kualitasnya bagus, namun hanya bekerja dengan produk ATI
  2. Virtual dub, ini yang gratisan man, compressornya bisa diganti ganti codecnya AVI
  3. powerdirectoor,software yang efisien,bisa capture dari USB 2.0 tanpa drop frame,langsung ke mpeg
  4. seperti canopus, vegas, AVID, premiere

video capture card :

  • Pineacle pro one
  • Dazzle DV now AV
  • Matrox RT2500
  • Canopus DV storm SE
  • pineacle DV-200
  • Pineacle studio deluxe